Penyusunan PTK

Panduan
Penyusunan Laporan
Penelitian Tindakan Kelas

Di susun oleh
Drs. H. Ateng Taufik, M.M.Pd.
Koordinator SDM

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 5
BANDUNG
2011

BAB I
PENDAHULUAN

A. Kompetensi dan Profesionalisme Pendidik

Berbicara tentang pendidikan adalah berbicara tentang pendidik, peserta didik, sumber belajar dan lainya yang mendukung atas kelangsungan proses kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran adalah suatu proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar, ini artinya dalam proses pembelajaran di dalam kelas ataupun di luar kelas akan terjadi komunikasi, interaksi dan hubungan antara seorang pendidik atau guru, peserta didik dan sumber belajar. Pada PP No. 74 tahun 2008, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Seorang pendidik harus memiliki 5 standar kemampuan yakni memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani serta mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Salah satu kemampuan guru adalah memiliki kompetensi. Kompetensi yang dimiliki diantaranya kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional.

B. Pengertian Kompetensi dan Profesionalisme

Apa itu kompetensi dan profesional ? Kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan (Sisdiknas). Sedangkan professional,menurut Muchtar Luthfi, “profesi” mengandung makna “keahlian”. Maksudnya profesi harus ditandai dengan keahlian yang khusus untuk profesi tersebut dan keahlian itu diperoleh dengan cara mempelajarinya bukan diwarisi (Mimbar 3, 1984:44, dalam UIN). Dalam PP 74 tahun 2008 profesional diberi definisi sebagai kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan budaya yang diampunya. Kemampuan seorang pendidik adalah mampu memiliki untuk memperbaiki dan mengavaluasi atas proses belajar yang berlangsung untuk mencari (inquiry) dan mendapatkan hasil dari proses yang lebih baik.

BAB II
PENELITIAN PENDIDIK

A. Penelitian

Seseorang yang telah melakukan suatu pekerjaan atau aktivitas dalam lingkungannya kemudian dia melihat hasil dari buah aktivitas tersebut, mungkin bisa tersenyum karena hasil akhir sesuai harapan. Acapkali terenyuh karena proses akhir tidak memuaskan lalu ia berpikir, mengapa dan bagaimana bisa seperti itu (reflektif). Kemudian ia pun melakukan telaah, analisis dan memberi tafsiran (interpretasi) atas apa yang telah ia lakukan. Inilah salah satu dari langkah langkah penelitian. Mengapa orang melakukan penelitian, mengikuti keyakinan Suchman dalam “Models of Teaching” mengutarakan, manusia atau individu memiliki motivasi alamiah untuk melakukan penelitian (Joice, dkk, 2009: 203). adapun menurut Sukmadinata (2009:2) ada 4 (empat) hal yang mendorong orang melakukan penelitian yakni :
a.Pengetahuan, pemahaman manusia sangat terbatas dibandingkan dengan lingkungan
sekitarnya yang begitu luas, banyak hal yang tidak diketahuinya serta menimbulkan
keraguan dan pertanyaan bagi dirinya
b.Memiliki dorongan untuk mengetahui atau curiousity, apa itu, bagaimana itu dan
mengapa begitu
c.Manusia dalam kehidupannya dihadapkan pada masalah, tantangan, ancaman, kesulitan
yang membutuhkan kejelasan
d.Manusia tidak merasa puas atas apa yang telah dicapai, dimiliki, dikuasai, selalu
ingin yang lebih baik
Ketidakpuasan dan menginginkan yang lebih baik mendorong manusia untuk reflektif terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa apa yang telah dilakukan dalam hal belajar di masa yang lalu. Refleksi merupakan respon terhadap kejadian, aktivitas atau pengetahuan yang baru diterima (Sagala, 2007:91). Menurut Jacobsen dalam “Methods for Teaching” mengungkapkan bahwa, cara umum yang dilalui guru dalam meningkatkan pengambilan keputusan yang profesional adalah melalui refleksi. Guru yang reflektif selalu peka, analisis bahkan otokritik terhadap pengajaran mereka (2009:25). Kegiatan pendidik melaksanakan penelitian dalam aktivitas pembelajaran menunjukan keingintahuan untuk melakukan problem solving dan dalam rangka peningkatan keterampilan, profesionalisme serta peningkatan mutu pembelajaran dan hal inipun menunjukan guru telah melakukan pengembangan dirinya.

B. Penelitian Tindakan (Action Research)
Penelitian secara umum diartikan, “ a method of study by which, through the careful and exchaustive of all ascertainable evidence bearing upon a definable problem, we reach a solution to the proble “ (suatu metoda studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut) (Hillway, dalam UIN:2008). Secara umum penelitian dibagi 2 (dua) yakni penelitian dasar (Basic Research/Pure Research) suatu riset yang mempunyai alasan intelektual an sich dan penelitian terapan (Action Research/Applied Research) yaitu yang berdasarkan keingintahuan untuk mengetahui sesuatu dengan tujuan untuk memperbaiki, mendapatkan yang lebih baik, efektif, efisien. Action Research dapat dilakukan oleh manager, direktur, dosen, guru atau pekerja sosial dan mengandung unsur-unsur (a) memperbaiki pekerjaan sendiri (b) kolaborasi dengan yang lain untuk memperbaiki dan mengembangkan sistem baru. Adapun ciri ciri penelitian tindakan adalah (1) praktis, (2) tujuan untuk memperbaiki, (3) fleksibel, (4) kooperatif, (5) terkait pekerjaan sendiri dan dikerjakan sendiri (doing by himself) (UIN, 2008:159).

BAB III
PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A. Definisi dan Karakteristik (PTK)

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berkaitan erat dengan persoalan praktis sehari hari dunia pembelajaran yang dihadapi oleh guru dan PTK merupakan penelitian yang bersifat reflektif untuk memperbaiki, meningkatkan pembelajaran selanjutnya. Dalam literatur bahasa Inggris Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dikenal dengan istilah Classroom Action Research (CAR) yang dilaksanakan oleh guru dalam kelas atau di luar kelas yang hakekatnya merupakan rangkaian “riset-tindakan-riset-tindakan” yang dilaksanakan secara siklus dalam rangka memecahkan masalah sampai masalah tersebut terpecahkan.
Adapun karakteristik PTK adalah :
• Pendekatan yang ditempuh untuk memperbaiki kinerja (praktek) suatu program kegiatan
nyata di lapangan
• Partisipatory, artinya melibatkan para pelaksana kegiatan yang akan diperbaiki
• Kolaboratif, melibatkan pelaksana pada semua tahapan penelitian dari awal sampai
akhir penelitian
• Pelaksanaan penelitian berkembang melalui sistem siklus atau spiral refleksi, yaitu
daur ulang berbentuk spiral dimulai dari perencanaan (planning), pelaksanaan
tindakan (acting), diikuti pengamatan sistimatis terhadap tindakan yan dilakukan
(observing), refleksi berdasarkan hasil pengamatan (reflecting), dilanjutkan dengan
tindakan berikutnya (replanning)

SIKLUS PTK / CAR.
Model Siklus dikenalkan oleh Kemmis dan McTaggart dari Deakin University Australia

B. Manfaat
Menurut Suyatno (UIN:2008) manfaat PTK ialah :
• Inovasi pembelajaran
• Pengembangan kurikulum di tingkat sekolah dan di tingkat kelas
• Peningkatan profesionalisme guru
• Peningkatan mutu pembelajaran
• Peningkatan kreativitas guru

C. Tujuan

WR. Borg yang di kutip Suyatno (UIN : 2008) tujuannya adalah :
• Meningkatkan dan memperbaiki proses pembelajaran
• Meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru (profesionalisme)
• Memperbaiki dan meningkatkan mutu layanan pendidikan
• Memecahkan persoalan pembelajaran

BAB IV
PENYUSUNAN DAN PELAPORAN

A. Langkah Langkah Penyusunan dan Pelaporan PTK

Langkah langkah penyusunan dan pelaporan berikut ini berdasarkan pedoman dari Dirjen PMPTK-Direktorat Profesi Pendidik. Sistimatika penyusunannya adalah sebagai berikut :
KULIT MUKA (COVER)
HALAMAN PENGESAHAN
ABSTRAKSI
KATA PENGANTAR
DAFTAR TABEL (JIKA ADA)
DAFTAR GAMBAR (JIKA ADA)

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian

BAB II KAJIAN TEORI / PUSTAKA
A. Kajian Pustaka/Teori
B. Kerangka Pemikiran

BAB III METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian
B. Prosedur Penelitian
C. Waktu dan Tempat Penelitian
D. Jadwal Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Pra Penelitian
B. Hasil Penelitian
C. Diskusi Hasil Penelitian

BAB V SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN : (misalnya) :
• Instrumen Penelitian
• Curiculum vitae peneliti
• Hasil Tabulasi Data
• Foto Kegiatan

B. Penjelasan Sistimatika Laporan PTK
KULIT MUKA
Memuat judul penelitian, nama lembaga, logo lembaga, tahun pembuatan (seperti umumnya cover depan makalah/skripsi)

HALAMAN PENGESAHAN
Memuat pengesahan hasil penelitian yang ditandatangani peneliti dan atasan peneliti

ABSTRAKSI
mengungkapkan gambaran umum dari awal penelitian sampai akhir penelitian

KATA PENGANTAR
Uraian atau ungkapan pengantar peneliti

DAFTAR TABEL (JIKA ADA)
DAFTAR GAMBAR (JIKA ADA)

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berisi mengapa penelitian itu dilakukan, masalah apa yang akan diatasi, bagaimana cara/upaya mengatasinya, seluruhnya dikaitkan dengan judul penelitian

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, dirumuskan upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan siswa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan serta hasil yang diharapkan peneliti, semuanya dikaitkan dengan judul penelitian

C. Tujuan Penelitian
Menggambarkan rumusan hasil akhir yang diharapkan dari hasil penelitian

D. Manfaat Penelitian
Hasil proses penelitian diharapkan dapat bermanfaat baik bagi guru, siswa, layanan pembelajaran, kurikulum, lembaga, dll

BAB II KAJIAN TEORI / PUSTAKA
A. Kajian Teori/Pustaka
Telaahan dari berbagai teori yang digunakan dalam penelitian, biasanya dari uraian umum kepada uraian yang khusus (deduktif)

B. Kerangka Pemikiran
Uraian yang melandasi penelitian meliputi teori teori yang relevan dan jelas landasan empiriknya

BAB III METODE PENILITIAN
A. Metode Penelitian
Menjelaskan metode bahkan tehnik yang digunakan dalam penelitian tersebut apakah menggunakan metode kualitatif atau metode kuantitatif

B. Prosedur Penelitian
Menguraikan tahapan penelitian dimulai dari observasi awal, perencanaan, tindakan, observasi, refleksi (siklus 1) sampai pada tahapan siklus berikutnya

C. Waktu dan Tempat Penelitian
Menguraikan waktu pelaksanaan, lokasi tempat penelitian

D. Jadwal Penelitian
Menjelaskan agenda atau jadwal penelitian yang jelas dan instrumen penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Pra Penelitian
Upaya yang dilakukan sebelum melaksanakan penelitian,mengapa perlu dilaksanakan yang didukung dengan data akurat

B. Hasil Penelitian
Menjelaskan instrument apa saja yang dilakukan dalam penelitian tersebut, baik data kualitatif maupun data kuantitatif. Selanjutnya diuraikan pada siklus pertama, kedua dan seterusnya.
a. Penelitian Siklus Pertama
Menguraikan dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/observasi dan refleksi. Kemudian menghasilkan siklus kedua.
b. Penelitian Siklus Kedua
Menguraikan dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/observasi dan refleksi. Kemudian menghasilkan siklus ketiga.
c. Penelitian Siklus Ketiga
Menguraikan dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/observasi dan refleksi. Kemudian menghasilkan proses akhir penelitian.

C. Diskusi Hasil Penelitian
Pada bahasan ini menghasilkan ungkapan hasil temuan temuan dari penelitian, bisa disertai grafik atau data lain yang mendukung hasil penelitian.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Uraian hasil dari proses penelitian

B. Saran
Mengungkapkan saran atau rekomendasi yang berguna terkait pelaksanaan penelitian baik rekomendasi untuk guru, siswa, pembelajaran, atau lainnya yang dianggap terkait dengan proses penelitian.

DAFTAR PUSTAKA
Mencantumkan referensi baik buku, majalah, internet, sebagai bahan landasan, pendukung penelitian dan disusun secara alfabetis. Contoh buku : Evaluasi Pendidikan karangan Anas Sudjono diterbitkan PT grafindo di Jakarta tahun 1996, cara menulisnya adalah :

• Sudjono, Anas. (1996). Evaluasi Pendidikan. Jakarta. PT. Grafindo. (atau)
• Anas Sudjono, Evaluasi Pendidikan, PT. Grafindo, Jakarta, 1996.

LAMPIRAN : (misalnya) :
• Instrumen Penelitian
• Curiculum vitae peneliti
• Hasil Tabulasi Data
• Foto Kegiatan

BAB V
TATA CARA PENULISAN PELAPORAN

A. Bahan yang Digunakan

a. Bahan yang digunakan adalah kertas HVS 80 atau 70 gram ukuran 21 x 29,7 cm (A4) warna putih
b. Untuk sampul luar (kulit muka) digunakan bahan yang lebih tebal biasanya (soft cover atau hard cover)
c. Antara bab yang satu dengan bab lainnya diberi pembatas dengan kertas warna

B. Pengetikan

a. Pengetikan
Pengetikan naskah megikuti ketentuan jarak margin seperti :
• Pinggir atas 4 cm dari tepi kertas
• Pinggir kiri 4 cm dari tepi kertas
• Pinggir bawah 3 cm dari tepi kertas
• Pinggir kanan 3 cm dari tepi kertas

b. Jenis Huruf
• Jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman, atau jenis huruf yang setara
• Ukuran huruf yang digunakan dalam pengetikan naskah adalah font 12
• Untuk judul pelaporan adalah font 16
• Ukuran nama penulis menggunakan font 12, dan
• Penulisan nama lembaga menggunakan font 14

c. Spasi
• Jarak antara nama nomor bab (misalnya BAB I) dengan tajuk bab (misalnya PENDAHULUAN) adalah satu setengah spasi
• Jarak antara baris yang satu dengan baris berikutnya adalah satu setengah spasi
• Alinea baru diketik menjorok ke dalam satu tab komputer (enam ketukan) dari margin kiri teks
• Nama nomor bab dan tajuk bab ditempatkan pada halaman muka baru

DAFTAR PUSTAKA

1. Jacobsen, David A. dkk. (2009). Methods for Teaching : Promoting Student Learning
in K-12 Classroom. New Jersey, USA. Person education, inc, publishing as Allyn &
Bacon.

2. Joice, Bruce. dkk. ( 2009). Models of Teaching. New Jersey, USA. Person education,
inc, publishing as Allyn & Bacon.
3. Sagala, Syaeful, H. (2008). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung. Alfabeta.
4. Sukmadinata, Nana Syaodih. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung. Rosda
Karya.
5. Sukmadinata, Nana Syaodih. (2007). Panduan Penulisan Karya Ilmiah. Bandung.
Pascasarjana UNINUS.
6. Tafsir, A. dkk. (2008). Pengembangan Wawasan Profesi Guru. Bandung. Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati.

UU, PP dan Makalah
UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
Djamilah, A.S. (2009). PTK dan Bagaimana Mengimplementasikannya di dalam Kelas (Makalah).
Bahan lainnya dari internet tentang PTK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s